Info Sekolah
Minggu, 19 Mei 2024
  • Selamat Datang di Website Sekolah Akademi Edukratif Indonesia

Pelatihan Dengan Tema Melestarikan Tradisi Perang Obor Melalui Motif Batik Perang Obor

Diterbitkan :
Sebagai generasi muda kita juga wajib melestarikan budaya yang ada di negaranya sendiri, seperti hal nya batik . di indonesia banyak beragam jenis batik yang menjadi asset dari negara indonesia, mulai dari batik pesisir hingga pedalaman hamper semua daerah di indoesia mempunyai corak  dank e khasnnya tersendiri. Tak mau kalah seperti di solo , jogja , Madura dan kota – kota yang sudah terkenal akan batiknya, jepara juga mulai mengembangkan batik khas jepara , ternyata di berbagai daerah di jepara sudah mulai mempublikasikan batik khas dari desa masing – masinngnya ke masyarakat luas. Tak kalah dengan tenun torso batik jepara puun mulai berkembang dengan pesat. seperti yang baru – baru ini dilakukan oleh tim kkn unisnu kelompok 20 dengan menggelar pelatihan membatik sekaligus lauching pengembangan motif perang obor sebagai kontribusi para mahasiswa yang melakukan KKN di  desa tegalsambi , dengan berbasis kemitraan desa , tim kkn unsinu ingin mengangkat potensi di desa tegalsambi yang masih kurang dikenal masyarakat, kegiatan launching ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa desa tegalsambi juga memliki   potensi batik yang khas dengan motif perag obornya yang jadi ikon dari desa tegalsambi, dengan memuat cerita dan tradisi yang ada di desa tegalsambi yaitu asal usul nama tegalsambi hingga asal – usul tradisi perang obor. Di dalam motif batik perang obor yang dibuat oleh tim kkn unisnu 20 menggandeng ahli batik dari dosen unisnu yaitu bapak drajad wibowo, M.Sn. untuk menjadi tutor sekaligus pemikir dari motif perang obor yang di kerjakan oleh mahasiswa dari program studi Desain Kreatif Visual andika Yudha Pratama sebagai creator dari batik perang obor dan bapak Ahmad Zainuddin sebagai penulis dari ide membuat motif perang obor sekaigus Dosen Pembimbing Lapangan tim kkn unisnu kelompok 20. Sebelum membuat motif perang obor, tim dari kkn unisnu kelompok 20 melakukan observasi dengan beberapa cara, melakukan wawancara dengan para sesepuh di desa tegalsambi untuk mendengar secara langsung sejarah dari desa tegalsambi dan tradisi perang obor  guna mengumpulkan data dan informasi yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk membuat desain motif batik perang obor. Selain wawancara tim kkn unisnu kelompok 20 juga mendapat refrensi dari film documenter dan buku ensiklopedia yang di miliki oleh pemerintah desa  tegalsambi. Setelah melakukan observasi kemudian kita melakukan survey lapangan dengan mendatangi tempat dari proses membatik yang kami jadikan sebagai mitra untuk membuat visualisasi dari motif batik perang obor. Setelah melakukan survey lapangan kemudian membuat sketsa gambar dengan berdasar pada informasi yang di dapat dari hasil observasi dan survey lapangan dan melakukan konsulltasi dengan praktisi batik yaitu bapak drajad wibowo untuk menentukan elemen – elemen yang di pakai dalam batik. Kreator andika mengatakan “bahwa elemen yang dipakai di ambil dari beberapa symbol yang terdapat dalam cerita asal usul desa tegalsambi dan asal usul perang obor dimana elemen tersebut terdiri dari , daun pisang kering, daun kelapa kering, daunt alas, kepala kerbau dan tentu saja obor, dari elemen – elemen tersebut kemuddiaan dilakukan proses stilasi menjadi motif batik yang menggambarkan cerita desa tegalsambi dan tradisi perang obor kedalam kain yang di batik , sehingga batik perang obor ini memiliki nilai historical yang tinggi”. Pungkasnya. Berdasarkan dari cerita tersebut kami ingin mengangkat nilai historical dari tradisi perang obor yang hanya satu – satunya di indoesia bahkan dunia kedalam batik agar semakin dikenal masyarakat local maupun internasional, dengan penambahan motif batik dapat menembah semanagat para pemuda serta masyarakat desa tegalsambi dalam mengembangkan industry batik di desa tegalsambi. Kami berharap bahwa dengan kegiatan ini dapat membantu desa teaglsambi semakin maju dan berkembang pesat melalui batik perang obor yang siap menembus pasar nasional dan internasional.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

error: Konten Terlindungi.